Minggu, 04 Maret 2012

satu arah

hai ini AKU !


Semalam, sekitar pukul 12 malam aku tidak bisa tidur, aku teringat akan kamu yang jauh disana, entah dimana.
Lalu tiba-tiba aku seperti mendapat inspirasi suatu cerita pendek. Mungkin teramat pendek, yang aku sendiri bingung harus memulainya darimana, tapi aku akan coba ceritakan sekarang. Semoga kamu dan kalian semua suka :)


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Wanita itu, sekarang berada di sebuah rumah makan. menunggu sang pria yang kurang lebih sudah 3 tahun tidak dijumpainya. Entah bagaimana awalnya sehingga mereka bisa berjanji untuk bertemu hari itu.

Sang wanita telah menunggu-nunggu hari ini, hari dimana ia akan melepaskan segala belenggu kasat mata yang telah dirasakannya selama 1 tahun dia tidak bertemu sang pria.

Entah sudah berapa lama sang wanita menunggu disana, pelayan sudah beberapa kali mendatangi meja untuk menanyakan pesanan, tapi si wanita selalu menolak dan berkata "masih nunggu temen mbak, nanti saya panggil kalau saya sudah mau pesan", sang pelayan pun berlalu..

Melihat telepon genggam, melihat jam ditangan kiri, merapikan rambut, menggoyang-goyangkan kaki, mengetuk-ngetuk meja, melihat telepon genggam, melihat kanan kiri, mencoba mencari sosok yang sudah lama tidak ditemuinya. Rasa cemas muncul, apa mungkin dia tidak datang? tapi kok dia ngga kasih kabar.

(P : Pria | W : Wanita)

P : "Hey, maaf ya lama nunggu"

kaget

W : "Hey juga, emm ngga papa kok, duduk-duduk"

P : melihat meja masih kosong "Belom pesen? Kenapa ngga pesen duluan aja?"

W : "Ahh ngga papa, kan nunggu lo, biar makannya juga bareng"

Kemudian pelayan datang dan memberikan menu satu lagi untuk pria. Pria sibuk mencari menu, begitu juga wanita. Tapi pandangan wanita tidak sepenuhnya menatap ke manu, sesekali ke arah pria, masih saja mencuri pandang. Sejak dulu, hanya itu yang dapat ia lakukan, sampai dengan hari ini, 3 tahun setelah pertemuan terakhir mereka.


P : "Emmm Spaghetti nya satu ya mbak, minumnya ice lemon tea aja. Lo pesen apa?"



W : "Eh serius lo cuma mau pesen itu? Pesen aja lagi. Tenang hari ini gue yang traktir deh, kan terakhir ketemu lo gue belom sempet traktir lo. hehehehe"

P : "Wah seriusan? Udah lama banget lho itu. masih inget aja lagi lo. hahaha"

W : "Iyalah, kan janji adalah utang, gue udah janji bakal traktir lo, yaa mesti dipenuhin dong sekarang. Mumpung bisa ketemu lo juga"

P : "Haha, kebetulan gue lagi haus banget, ice lemon tea nya jadi dua deh mbak, nah lo pesen deh tuh"

W : "Nambah ice lemon tea doang? bagus dehh, hahahaha. Mbak pesenan saya samain aja sama dia, tapi minumannya saya pesen ice green tea ya mbak. Udah itu aja"

Kemudian pelayan mengulangi pesanan kami berdua dan berlalu meninggalkan kami.

Moment yang ditunggu pun dimulai. Inilah waktu yang ditunggu-tunggu oleh Wanita, karena wanita hanya butuh waktu yang cukup untuk ngobrol sama pria, terserah mau ngomongin apa yang penting ngobrol bareng sama pria. Itu saja yang diinginkan wanita.

P : "so, how's life?"

yap. dimulai sudah..

W : "plain. hahahhahaa, masih enakan yoghurt yang plain dibandingin sama hidup gue. :)"

P : "loh kok? emang kenapa? masih jobless yee?? hahhahah tenang, kan baru aja lulus, nyari-nyari kerjaan emang susah banget sekarang. trus sekarang ngapain aja selama nunggu panggilan kerja?"

W : "enggak. enggak. enggak. Sekarang bukan waktunya gue yang cerita, sekarang gue minta lo yang cerita semua yang mau lo ceritain ke gue. Apa ajaaaa.. Pengalaman kuliah, pengalaman skripsi, travelling, kerjaan, apa aja yang mau lo ceritain. Gue dengerin" wanita pun senyum lebar.

Pelayan datang, membawa makanan dan minuman yang kami pesan.
Untuk menghindar dari gepuran pertanyaan pria mengajak wanita untuk makan dulu, kemudian si pria banyak bercerita. Wanita tidak henti mendengarkan dan mencoba memberikan perhatian untuk setiap cerita dari pria, karena memang cerita hidup pria sangatlah berwarna-warni. 

Hampir setiap pengalaman dari pria adalah impian si wanita yang hingga saat itu tidak pernah bisa diwujudkannya. Makanya wanita sangat antusias mendengarkan setiap cerita dari pria. Tidak perduli dengan orang sekitar yang melihat ketika mereka tertawa keras bersama-sama, atau ketika pria mempraktekkan kegiatan yang ia ceritakan saat itu.

Tidak terasa makanan mereka sudah habis, pria sedang menenggak habis gelas kedua ice lemon tea nya.

P : "hah. capek gue cerita mulu. Sekarang lo dong yang cerita. Ngga adil banget masa gue ngga denger cerita dari lo"

sambil tersenyum Wanita berkata "yaudah, apa emang yang mau lo tau? lo tanya aja. Gue bukan tipe yang bisa cerita kalo ngga ditanya"

P : "bener nih apa aja?"

wanita mengangguk pasti.

P : "nanya apa aja? bener ya? yakin yaaaaa..."

wanita mengangguk sambil meminum ice green teanya.

P : "oke. karena lo yang minta ditanya, dan gue boleh tanya apa aja, jadi gue putuskan untuk tanya pertanyaan yang agak serius nih"

W : "boleh boleh" sok santai.

P : "gue sempet beberapa kali liat update twitter lo, update status lo di home fb gue, sama status di YM. sering banget lo nulis kata SATU ARAH. nah dari dulu gue penasaran sama artinya, tapi gue ngga mau tanya lewat soc.net kaya gitu karena gue sendiri ngga terlalu suka main soc.net, cukup punya account aja, tapi jarang update. hehe. lo tau gue kan. jadi gue minta lo kasih tau gue nih, mumpung ketemu. hehehe"

W : "wahhahahahahaa. gila itu udah lama banget yaa. taun lalu kalau ngga salah. iya iya gue ceritain kok, gue bukan tipe orang ingkar. hahahhahaha"

P :"percaya gue percayaa... gimana gimana?"

W : "ehm. satu arah. dua kata itu tuh bermakna banget buat gue. dua kata itu adalah perwakilan dari perasaan gue keseseorang. Satu arah. Dimana gue berusaha sendirian tanpa adanya balasan atau penolakan. Gue jalan terus tapi ngga maju, juga ngga mundur. Jadi sebenarnya gue jalan ditempat. Tanpa sadar. Yang akhirnya bikin gue menghabiskan banyak waktu sendirian, disatu tempat tanpa adanya progress sedikitpun."

P : "wah. duh gue jadi ngga enak nih ngelanjutinnya. sensitif nih. salah tanya gue kayanya"

W : "haha, ngga papa lagi, udah lama juga tuh gue ngga ngebahas ini. luka lama. heheheh"

P : "sekarang terserah lo deh. lo mau lanjutin cerita ini, atau mau cerita yang lain. apaan kek gitu. Gue dengerin"

W : senyum. "lanjut aja tanggung. Udah banyak cara yang gue tempuh buat selalu deket sama dia, tanya kabarnya, tanya dia lagi apa, yaaa macam itu deh basa-basi pengen tau. hehehe. entah udah berapa lama gue bertahan, sampe akhirnya gue mikir dan memutuskan untuk tidak terlalu sering berkomunikasi sama dia, jadi jarang banget gue sms dia, kalo ada perlu tanya-tanya sesuatu aja baru sms, dan dia pun cuma bales sekenanya aja. yaaaa gitulah. sedih ya hahahhaa"

P : "wow. baru tau gue lo tipe pejuang banget. hahhaa. sounds cheesy, but I mean it. terus-terus apa yang bikin lo bisa bertahan segitu lama?"

W : "lo bisa lihat pohon disana? pohon itu tumbuh tinggi, tegap, besar dan terlihat kokoh. lo tau salah satunya faktor yang bikin dia hidup? salah satunya karena ada matahari. Menurut gue 'cinta' dari pohon ke matahari itu satu arah lho. Gini deh, pohon itu butuh matahari, kalau ngga ada matahari kemungkinan besar pohon itu bakalan mati. Tapi coba matahari, apa kalau ngga ada pohon matahari bakalan mati juga? enggak kan. nah itu maksud gue. Ibaratkan gue itu si pohon dan dia itu matahari. satu arah. itu yang bikin gue bertahan segitu lama, sampai akhirnya gue putuskan untuk mencari 'matahari' lain yang gue ngga tau ada atau ngga. Kalaupun ada gue ngga tau mesti cari kemana"

P : "speechless gue, eh kalau boleh tau dia itu siapa sih? kok kayanya selama gue kenal lo ngga pernah denger rumor lo lagi suka-sukaan sama orang sampe segitunya?"

W : "serius lo mau tau dia itu siapa? tapi janji jangan banyak protes atau banyak tanya lagi setelah gue kasih tau, trs jangan terlalu mikir banyak. Cukup denger baik-baik. dia itu..."

rrrrr....rrrrrrr....rrr.rrrrrrr..
satu pesan masuk ke telepon genggam wanita, sms dari si mama yang udah nunggu di Lobby dan minta wanita untuk turun segera karena papa udah mau sampai untuk jemput.

W : "ok. I gotta go now. tapi gue bakalan tetep kasih tau dia itu siapa. Dia itu Andri Haryanto Putro."

P : muka kaget dan bingung mau ngomong apa. dia speechless untuk yang kedua kalinya.

Wanita memegang tangan pria dan berkata "ndri, jangan pernah sia-siakan orang yang tulus sayang sama lo ya. karena lo ngga bakalan tau orang itu akan menjadi 'siapa' dikehidupan yang akan datang. banyak orang yang sayang sama lo ndri, tulus. gue tau itu, dan perasaan mereka itu sama kaya yang gue rasa. Beruntungnya gue, gue bisa ngomong semua yang mengganjal di hati gue, tidak seperti mereka yang cuma bisa nangis karena tau mereka harus nyerah ketika berhadapan sama sosok dingin macam lo. semoga lo ngga menjadi orang yang terlampau cuek ya ndri, karena sikap cuek lo itu ngga bisa diterima semua orang terutama sama orang yang sayang sama lo. orang yang sayang sama lo ngga bakalan cuek sama lo ndri, sampai sekarang mereka pun masih 'ngga bisa cuek' kok ke lo, gw yakin. itu hanya karena mereka tulus sayang sama lo ndri. satu arah, itu sakit banget ndri. kalau pohon itu bisa ngomong, gue yakin dia bakalan setuju sama gue"

Sambil meletakkan tiga lembar uang limapuluh ribuan di meja, wanita itu beranjak pergi meninggalan Andri yang masih terbengong di meja. Sebelum ia meletakkan tiga lembar uang tersebut ia melepaskan gengaman tangannya dan menepuk tangan Andri perlahan.

Sembari berjalan, tanpa disadari air mata sudah mengaliri pipinya. Tapi ia lega, karena segala yang mengganjal dihatinya telah tersampaikan kepada pria yang masih ia sayangi itu. Dan ia berharap agar perasaan yang mengganjal dihati orang yang sebelumnya menyayangi Andri boleh tercurahkan juga.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------






Malam :)





Jumat, 02 Maret 2012

aku : dia

HAI! ini aku..

Lagi-lagi kamu jadi inspirasi menulisku malam ini, entah karena apa, mungkin hanya karena titik kerinduan ini telah berada di ujung ubun-ubun.
Kamu, apakabar disana? Sudah lama sekali aku tidak tahu keadaanmu. Sampai-sampai aku hanya bisa beranggapan kamu baik-baik saja supaya pikiranku tidak bertambah banyak.

Ingin sekali aku menyebutkan namamu disini, tetapi apa daya, aku belum sanggup.
Daya sanggup ku belum selincah jemari yang dengan mudah menari diatas keyboard berlayar kotak ini.
Mungkin suatu saat. Mungkin.

---------------------------------------------------------------------------------------------

Kamu tahu tidak? sudah berapa banyak tetes air mata yang menetes dikala dia merindukanmu?
Kamu tahu tidak? sudah berapa banyak doa yang diujarkannya kepada Tuhan karena merindukanmu?
Kamu tahu tidak? sudah berapa kali dia bertanya tentang keadaan dan kabarmu kepada teman rumahmu?
Kamu tahu tidak? sudah berapa kali dia memimpikan dirimu karena lama tak bertemu denganmu?
Kamu tahu tidak? sudah berapa lembar kertas yang dia gunakan untuk menulis nama atau inisial namamu?
Kamu tahu tidak? sudah berapa lembar yang dia habiskan untuk bercerita tentangmu di 'buku khusus'nya?
Kamu tahu tidak? sudah berapa sering dia menyerah dengan keadaan karena berhadapan dengan sikapmu?
Kamu tahu tidak? sudah berapa sering dia membukan profile Facebook mu hanya karena ingin tahu keberadaanmu?

Sederhana saja. Dia hanya ingin kamu tahu.
Dia hanya ingin kamu tahu apa yang dia rasakan. Dia tidak meminta banyak.
Dia hanya ingin kamu tahu saja. Sesederhana itu.
Dia tidak ingin terus terjebak dalam banyak pertanyaan yang dia sendiri tidak tahu apa jawabannya.
Dia bosan terus bertanya kepada dirinya sendiri.
Dan dia tetap harus berusaha sendirian.
Sendirian hei kamu.

Dia tahu kamu bukan tipe yang cuek dan tidak paham keadaan sekitarmu. Dia tahu itu.
Dia tahu bahwa kamu bersikap seperti itu hanya karena kamu ingin membentengi hati dan pikiranmu.
Kamu hanya tidak mengambil pusing mengenai itu semua, kamu hanya ingin semua 'aman'.

Dia memang sok tahu.
Tapi kamu tahu kenapa dia bisa berkesimpulan seperti itu? Karena dulu dia seperti kamu.

Ketika tahu tentang kamu, seketika dia merasa seperti telah mengenal pribadi ini.
Dia dulu adalah pribadi yang terlalu berhati-hati. Bukan karena apa-apa.
Dia hanya takut disakiti, itu saja.

Membentengi diri dari segala sesuatu yang bersenggolan dengan hati, itu yang kamu lakukan.
Karena rasa sakit yang sebelumnya mungkin pernah dirasakan, maka muncul sikap untuk membangun dinding pembatas yang tinggi hingga sulit bagi orang luar untuk tahu mengenai isi hati yang sebenarnya.

Tapi kamu tahu apa? Ketika kamu sedikit demi sedikit membuka hatimu. Kamu akan merasa sangat bahagia.
Segalanya tidak lagi terlihat satu nada. Tidak hanya kamu yang berusaha terus menerus membangun dinding yang lebih tinggi lagi tanpa perduli dengan keindahan yang ada didepan mata.

Ya, ada pribadi diluar sana yang mungkin memberikan perhatian khusus kepada dirimu. Hanya karena apa? Hanya karena dia tulus, hanya karena dia merasa kamu pantas mendapatkannya dan hanya karena dia menyayangimu.

Sederhana saja.
Dia ingin kamu tahu.
:')

----------------------------------------------------------------------------------------------



Sincerely,
Mrs.Waiting



Sabtu, 04 Februari 2012

04-02-2012 ; 21:41



sederhana saja





"aku ingin mencoba lari darimu, tapi aku lupa, dunia itu bulat.
semakin jauh aku berlari pasti akan bertemu kamu lagi."

Jumat, 03 Februari 2012

Kalau.

3 Februari 2012 (23:12)


Kalau saja sepatu itu bisa berbicara, mungkin ia akan berkata "aku sebenarnya merasakan sakit ketika kamu injak terus menerus, tapi aku sadar bahwa aku memang diciptakan untuk itu. Melindungimu."


Kalau saja tanah kering itu bisa berbicara, mungkin ia akan berkata "hujan, kamu dimana? tidakkah kau tau bahwa aku sangat membutuhkanmu? bukan sekedar ingin, tapi butuh."


Kalau saja celana panjang bahan didalam lemari bisa berbicara, mungkin ia akan berkata "pakai aku saja, aku jarang kamu pakai. Aku iri dengan celana denim itu, sudah terlihat kusam dan kumal tapi masih sudi kau pakai untuk melihat dunia ini. Aku iri"

Kalau saja sepeda yang kau gantung di dinding luar rumah mu itu bisa berbicara, mungkin ia akan berkata "dulu ketika aku sedang tren hampir setiap minggu kau kayuh aku, melewati jalan sudirman yang sering kau sebut dengan car free day, walaupun aku yang merasakan panasnya aspal, tapi aku tidak mengeluh. Aku tetap bersedia untuk kau kayuh kapan saja, sesempat dirimu"


Kalau saja ransel yang kau pakai setiap hari bisa berbicara, mungkin ia akan berkata "aku rela kau jejali dengan semua barang-barang bawaanmu yang sangat banyak itu, bahkan sering kau lempar kelantai ketika kau sampai dirumah, tapi aku memang aku. Aku diciptakan untuk membuat dirimu merasa lebih praktis. Aku rela"


Kalau saja buku yang sering kau coret dan kau robek sesuka hati itu bisa berbicara, mungkin ia akan berkata "aku merasakan sakit setiap kau menulis, karena kau menorehkan goresan pena yang berujung runcing itu ditubuhku. Aku juga merasa sakit ketika kau merobek salah satu bagian dari tubuhku dan hanya kau  buang begitu saja, setelah sebelumnya kau remukkan bagian tubuhku itu. Aku sakit, tapi tak apa asal kau masih merasakan kepentingan dari keberadaanku. Tak apa"




Kalau saja aku bisa berbicara kepadamu semudah aku menulis diblog ini.
Kalau saja aku bisa berbicara kepadamu semudah aku menulis diblog ini.
Kalau saja aku bisa berbicara kepadamu semudah aku menulis di blog ini, dan
Kalau saja.


Kalau saja hal itu terjadi aku akan berusaha untuk melindungimu, karena apa? karena sebenarnya aku membutuhkanmu. Kalau saja hal itu terjadi, aku tidak akan iri dengan mereka yang bisa dengan mudah berbicara denganmu, sementara aku? Aku hanya bisa berbicara dengan mu, yaaa sesempat dirimu saja. 


Kalau saja aku bisa berbicara kepadamu semudah aku menulis diblog ini, aku rela untuk kau jejali dengan setiap permasalahan hidupmu, aku rela untuk menjadi pendengar yang baik, cukup menjadi pendengar saja, tanpa perlu kau pusingkan aku akan berbicara atau bertanya macam-macam.


Kalau saja kau menyadariku, aku rela menjadi itu semua. Aku sakit, tapi tak apa.


Kalau saja.

Senin, 16 Januari 2012

Semakin...

Dirasa pada 13 Januari 2012.

Semakin aku melupakan, semakin aku teringat
Semakin aku melangkah jauh, semakin mendekat
Semakin aku lepaskan, semakin terikat
Semakin aku hempaskan jauh, semakin melekat

Semakin aku abaikan, semakin membuat penat
Semakin aku hapus, semakin jelas terlihat
Semakin aku hindari, semakin terasa pekat
Semakin aku tutupi, semakin mudah dilihat

Dibuat pada 17 Januari 2012.

21 tahun. 9 Januari 2012.

HAI INI AKU !

Selamat malam kamu semua. Sekarang pukul 23:59. Hampir jam 12 tengah malam, menuju pergantian tanggal. Dari 16 ke 17 Januari 2012.

Kali ini aku ingin membagikan kebahagiaan yang aku rasakan dihari Ulang Tahunku. Hari SPESIAL dimana aku menjadi Jane yang berumur 21 tahun. Semua keluarga, teman, sahabat dan 'dia' berharap aku menjadi sosok yang lebih baik, panjang umur, sukses, sehat selalu, lancar kuliahnya, semakin dewasa dan semoga dilancarkan jodohnya. 1 kata yang mampu membalas semua doa juga harapan kalian. Amin.

1 kalimat yang terdiri dari 2 kata yang mampu juga ku utarakan. Tak henti ku ucapkan kepada Tuhanku dan kepada kalian semua yang berdoa untuk kebaikanku. Terima Kasih.

Ketika tanggal 9 aku pergi kekampus untuk berkuliah seperti biasa. Bukan hal yang aneh bila harus masuk kelas ketika hari ulang tahun. Seperti halnya 2 tahun lalu. Aku pun melakukan hal yang sama. Pergi ke kampus, dan pulang lebih awal agar tidak terkena "bahan-bahan adonan kue" yang mungkin sudah disiapkan untuk mendarat tepat di kepalaku.

Di hari itu aku pulang lebih awal, karena 2 Sahabat "gajah" ku akan datang ke rumah. Ratih dan Fanni.
Tumben mereka mau main kerumah pada hari ulang tahunku tanpa embel-embel "traktiran". hehehe :)
Tidak ada kecurigaan sama sekali. Tetapi ketika matahari mulai tenggelam ada ketukan pintu, ketika ku intip di kaca, ternyata teman baik dari kampus datang untuk sekedar memberikan kejutan ulang tahun. Nyanyian "Happy Birthday to yooouuuuu" pun terdengar. Mereka membawa 2 kue muffin, rasa vanilla dan cokelat yang bertancapkan lilin kecil diatasnya. Yummmm...

Tidak lama setelah mereka datang, aku memutuskan untuk masuk kekamar, sekedar berganti baju, belum saja menutup pintu, ada teriakan "Happy Birthday to yooouuu" lainnya.
Ternyata beberapa Sahabat "gajah" selain Ratih dan Fanni datang. Mereka membawa 1 kotak penuh Donat Jco yang ditengahnya ada beberapa lilin kecil yang biasa disebut "magic candle", karena lilin itu sulit sekali untuk mati jadi harus di tiup berulang kali.

Setelah aku terkaget-kaget, mereka kembali mengagetkanku dengan mengeluarkan sebuah Laptop yang memainkan sebuah film berdurasi 09:01. (sembilan menit, satu detik) persis hari ulang tahunku. Tanggal 9 bulan 1.
Aku terharu. Sangaaatttt Terharu...
Hingga aku bingung, harus berkata apa selain berteriak "aaaaaa.... terima kasih" berulang kali.
Speechless. Ya mungkin itu kata yang dapat menggambarkan.

Mari kamu semua, aku berikan 21 bagian dari video yang telah disiapkan oleh para Teman Baik dan Sahabat "gajah" :)























TERIMA KASIH UNTUK : (atas ke bawah)
Lucas Adi Perwira, Ratih Chrise, Bernadhette Isabella, Fanni Dyah Anggraini, Ambrosius Haryas Putra, M Syihapudin, Elina Kristiani & Ramon, Irma Imaniar, Yenni, Wiwi Gunawan, Nova Royana, Salsabil Afif & Sakinah Putri, Raditya, Reynaldo Yunior dan Venantius Fenda Meditya.

Juga untuk Dhanie Syawaliah yang turut datang pada tanggal 9 Januari kemarin.

TERIMA KASIH untuk hadiah satu-satunya DIDUNIA yang telah kalian berikan.
Aku merasa sangat beruntung memiliki kalian semua.
Semoga Tuhan senantiasa bersama kalian dan selalu memberkati kalian.
:')

Regards,
Jane Angelina Sihombing

Senin, 02 Januari 2012

Keputusan Berat

HAI INI AKU !

Selamat malam kamu semua. Malam ini sebenarnya aku tidak terpikir untuk mengisi blog. Hari ini rencanyanya aku akan tidur cepat untuk memberbaiki waktu tidurku yang mulai kacau semenjak Natal dan Tahun Baru. Sudah 2 malam terakhir ini aku tidur lewat dari jam 3 pagi.

Ohya, SELAMAT NATAL 2011 dan TAHUN BARU 2012 kamu semuanya.. Semoga segala permohonan kalian dapat dikabulkan-Nya. Amin. Segala yang terbaik dari Tuhan untuk aku dan kamu semua. :)

Allright.
Sekarang aku mau mulai cerita.

Tahun lalu aku telah mengambil keputusan berat. Keputusan yang mungkin dapat merubah hidupku. Keputusan yang mungkin mampu membuat otakku bekerja lebih lambat, karena ruangan yang biasanya kosong tak berpenghuni sudah kuizinkan untuk dimasuki seseorang. Keputusan dimana aku telah rela membagi pikiranku untuk memikirkannya. Keputusan yang mungkin dapat membuat konsentrasiku terpecah belah.


5 bulan sudah keputusan berat itu diambil. 5 bulan setelah kejadian itu. 5 bulan sudah kamu menjadi penghuni otak. Yang lebih berat lagi, kamu menjadi penghuni hati.

Diakhir tahun lalu aku memutuskan untuk mengurangi komunikasi dengan mu, komunikasi yang sudah kurang itu pun akan kukurangi. Kenapa? Karena aku ingin kamu tidak merasa terganggu. Karena  tanggung jawabmu yang sudah berat, sudah menyita banyak waktu dan pikiranmu. Aku tahu waktu mu untuk bermain sudah banyak berkurang, waktumu untuk memikiran hal-hal cere seperti ini pun sudah kau kesampingkan (padahal aku tak tahu apakah pernah hal ini kau pikirkan dan kau tempatkan didepan).

Diakhir tahun lalu aku berdoa, mendoakan untuk segala kebaikanmu.

Keputusan berat.

Diawal tahun ini aku juga berdoa, berdoa agar kamu mampu membuat banyak pihak bangga.
Banggakan Tuhan kita.
Banggakan Orangtuamu.
Banggakan Keluargamu.
Banggakan Sahabat-sahabatmu.
Banggakan Teman-temanmu.
Dengan begitu aku pun akan bangga.

Keputusan Berat, tapi tidak ada salahnya apabila di akhir nanti kamu dapat membuat bangga banyak pihak yang sangat berpengaruh dalam hidupmu dan yang terakhir membuat aku bangga.
Bangga karena tidak salah membiarkan kamu menghuni otak dan hatiku.

Keputusan berat. (29 Desember 2011)