Kalau saja sepatu itu bisa berbicara, mungkin ia akan berkata "aku sebenarnya merasakan sakit ketika kamu injak terus menerus, tapi aku sadar bahwa aku memang diciptakan untuk itu. Melindungimu."
Kalau saja tanah kering itu bisa berbicara, mungkin ia akan berkata "hujan, kamu dimana? tidakkah kau tau bahwa aku sangat membutuhkanmu? bukan sekedar ingin, tapi butuh."
Kalau saja celana panjang bahan didalam lemari bisa berbicara, mungkin ia akan berkata "pakai aku saja, aku jarang kamu pakai. Aku iri dengan celana denim itu, sudah terlihat kusam dan kumal tapi masih sudi kau pakai untuk melihat dunia ini. Aku iri"
Kalau saja ransel yang kau pakai setiap hari bisa berbicara, mungkin ia akan berkata "aku rela kau jejali dengan semua barang-barang bawaanmu yang sangat banyak itu, bahkan sering kau lempar kelantai ketika kau sampai dirumah, tapi aku memang aku. Aku diciptakan untuk membuat dirimu merasa lebih praktis. Aku rela"
Kalau saja buku yang sering kau coret dan kau robek sesuka hati itu bisa berbicara, mungkin ia akan berkata "aku merasakan sakit setiap kau menulis, karena kau menorehkan goresan pena yang berujung runcing itu ditubuhku. Aku juga merasa sakit ketika kau merobek salah satu bagian dari tubuhku dan hanya kau buang begitu saja, setelah sebelumnya kau remukkan bagian tubuhku itu. Aku sakit, tapi tak apa asal kau masih merasakan kepentingan dari keberadaanku. Tak apa"
Kalau saja aku bisa berbicara kepadamu semudah aku menulis diblog ini.
Kalau saja aku bisa berbicara kepadamu semudah aku menulis diblog ini.
Kalau saja aku bisa berbicara kepadamu semudah aku menulis di blog ini, dan
Kalau saja.
Kalau saja hal itu terjadi aku akan berusaha untuk melindungimu, karena apa? karena sebenarnya aku membutuhkanmu. Kalau saja hal itu terjadi, aku tidak akan iri dengan mereka yang bisa dengan mudah berbicara denganmu, sementara aku? Aku hanya bisa berbicara dengan mu, yaaa sesempat dirimu saja.
Kalau saja aku bisa berbicara kepadamu semudah aku menulis diblog ini, aku rela untuk kau jejali dengan setiap permasalahan hidupmu, aku rela untuk menjadi pendengar yang baik, cukup menjadi pendengar saja, tanpa perlu kau pusingkan aku akan berbicara atau bertanya macam-macam.
Kalau saja kau menyadariku, aku rela menjadi itu semua. Aku sakit, tapi tak apa.
Kalau saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar