Semalam, sekitar pukul 12 malam aku tidak bisa tidur, aku teringat akan kamu yang jauh disana, entah dimana.
Lalu tiba-tiba aku seperti mendapat inspirasi suatu cerita pendek. Mungkin teramat pendek, yang aku sendiri bingung harus memulainya darimana, tapi aku akan coba ceritakan sekarang. Semoga kamu dan kalian semua suka :)
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Wanita itu, sekarang berada di sebuah rumah makan. menunggu sang pria yang kurang lebih sudah 3 tahun tidak dijumpainya. Entah bagaimana awalnya sehingga mereka bisa berjanji untuk bertemu hari itu.
Sang wanita telah menunggu-nunggu hari ini, hari dimana ia akan melepaskan segala belenggu kasat mata yang telah dirasakannya selama 1 tahun dia tidak bertemu sang pria.
Entah sudah berapa lama sang wanita menunggu disana, pelayan sudah beberapa kali mendatangi meja untuk menanyakan pesanan, tapi si wanita selalu menolak dan berkata "masih nunggu temen mbak, nanti saya panggil kalau saya sudah mau pesan", sang pelayan pun berlalu..
Melihat telepon genggam, melihat jam ditangan kiri, merapikan rambut, menggoyang-goyangkan kaki, mengetuk-ngetuk meja, melihat telepon genggam, melihat kanan kiri, mencoba mencari sosok yang sudah lama tidak ditemuinya. Rasa cemas muncul, apa mungkin dia tidak datang? tapi kok dia ngga kasih kabar.
(P : Pria | W : Wanita)
P : "Hey, maaf ya lama nunggu"
kaget
W : "Hey juga, emm ngga papa kok, duduk-duduk"
P : melihat meja masih kosong "Belom pesen? Kenapa ngga pesen duluan aja?"
W : "Ahh ngga papa, kan nunggu lo, biar makannya juga bareng"
Kemudian pelayan datang dan memberikan menu satu lagi untuk pria. Pria sibuk mencari menu, begitu juga wanita. Tapi pandangan wanita tidak sepenuhnya menatap ke manu, sesekali ke arah pria, masih saja mencuri pandang. Sejak dulu, hanya itu yang dapat ia lakukan, sampai dengan hari ini, 3 tahun setelah pertemuan terakhir mereka.
P : "Emmm Spaghetti nya satu ya mbak, minumnya ice lemon tea aja. Lo pesen apa?"
W : "Eh serius lo cuma mau pesen itu? Pesen aja lagi. Tenang hari ini gue yang traktir deh, kan terakhir ketemu lo gue belom sempet traktir lo. hehehehe"
P : "Wah seriusan? Udah lama banget lho itu. masih inget aja lagi lo. hahaha"
W : "Iyalah, kan janji adalah utang, gue udah janji bakal traktir lo, yaa mesti dipenuhin dong sekarang. Mumpung bisa ketemu lo juga"
P : "Haha, kebetulan gue lagi haus banget, ice lemon tea nya jadi dua deh mbak, nah lo pesen deh tuh"
W : "Nambah ice lemon tea doang? bagus dehh, hahahaha. Mbak pesenan saya samain aja sama dia, tapi minumannya saya pesen ice green tea ya mbak. Udah itu aja"
Kemudian pelayan mengulangi pesanan kami berdua dan berlalu meninggalkan kami.
Moment yang ditunggu pun dimulai. Inilah waktu yang ditunggu-tunggu oleh Wanita, karena wanita hanya butuh waktu yang cukup untuk ngobrol sama pria, terserah mau ngomongin apa yang penting ngobrol bareng sama pria. Itu saja yang diinginkan wanita.
P : "so, how's life?"
yap. dimulai sudah..
W : "plain. hahahhahaa, masih enakan yoghurt yang plain dibandingin sama hidup gue. :)"
P : "loh kok? emang kenapa? masih jobless yee?? hahhahah tenang, kan baru aja lulus, nyari-nyari kerjaan emang susah banget sekarang. trus sekarang ngapain aja selama nunggu panggilan kerja?"
W : "enggak. enggak. enggak. Sekarang bukan waktunya gue yang cerita, sekarang gue minta lo yang cerita semua yang mau lo ceritain ke gue. Apa ajaaaa.. Pengalaman kuliah, pengalaman skripsi, travelling, kerjaan, apa aja yang mau lo ceritain. Gue dengerin" wanita pun senyum lebar.
Pelayan datang, membawa makanan dan minuman yang kami pesan.
Untuk menghindar dari gepuran pertanyaan pria mengajak wanita untuk makan dulu, kemudian si pria banyak bercerita. Wanita tidak henti mendengarkan dan mencoba memberikan perhatian untuk setiap cerita dari pria, karena memang cerita hidup pria sangatlah berwarna-warni.
Hampir setiap pengalaman dari pria adalah impian si wanita yang hingga saat itu tidak pernah bisa diwujudkannya. Makanya wanita sangat antusias mendengarkan setiap cerita dari pria. Tidak perduli dengan orang sekitar yang melihat ketika mereka tertawa keras bersama-sama, atau ketika pria mempraktekkan kegiatan yang ia ceritakan saat itu.
Tidak terasa makanan mereka sudah habis, pria sedang menenggak habis gelas kedua ice lemon tea nya.
P : "hah. capek gue cerita mulu. Sekarang lo dong yang cerita. Ngga adil banget masa gue ngga denger cerita dari lo"
sambil tersenyum Wanita berkata "yaudah, apa emang yang mau lo tau? lo tanya aja. Gue bukan tipe yang bisa cerita kalo ngga ditanya"
P : "bener nih apa aja?"
wanita mengangguk pasti.
P : "nanya apa aja? bener ya? yakin yaaaaa..."
wanita mengangguk sambil meminum ice green teanya.
P : "oke. karena lo yang minta ditanya, dan gue boleh tanya apa aja, jadi gue putuskan untuk tanya pertanyaan yang agak serius nih"
W : "boleh boleh" sok santai.
P : "gue sempet beberapa kali liat update twitter lo, update status lo di home fb gue, sama status di YM. sering banget lo nulis kata SATU ARAH. nah dari dulu gue penasaran sama artinya, tapi gue ngga mau tanya lewat soc.net kaya gitu karena gue sendiri ngga terlalu suka main soc.net, cukup punya account aja, tapi jarang update. hehe. lo tau gue kan. jadi gue minta lo kasih tau gue nih, mumpung ketemu. hehehe"
W : "wahhahahahahaa. gila itu udah lama banget yaa. taun lalu kalau ngga salah. iya iya gue ceritain kok, gue bukan tipe orang ingkar. hahahhahaha"
P :"percaya gue percayaa... gimana gimana?"
W : "ehm. satu arah. dua kata itu tuh bermakna banget buat gue. dua kata itu adalah perwakilan dari perasaan gue keseseorang. Satu arah. Dimana gue berusaha sendirian tanpa adanya balasan atau penolakan. Gue jalan terus tapi ngga maju, juga ngga mundur. Jadi sebenarnya gue jalan ditempat. Tanpa sadar. Yang akhirnya bikin gue menghabiskan banyak waktu sendirian, disatu tempat tanpa adanya progress sedikitpun."
P : "wah. duh gue jadi ngga enak nih ngelanjutinnya. sensitif nih. salah tanya gue kayanya"
W : "haha, ngga papa lagi, udah lama juga tuh gue ngga ngebahas ini. luka lama. heheheh"
P : "sekarang terserah lo deh. lo mau lanjutin cerita ini, atau mau cerita yang lain. apaan kek gitu. Gue dengerin"
W : senyum. "lanjut aja tanggung. Udah banyak cara yang gue tempuh buat selalu deket sama dia, tanya kabarnya, tanya dia lagi apa, yaaa macam itu deh basa-basi pengen tau. hehehe. entah udah berapa lama gue bertahan, sampe akhirnya gue mikir dan memutuskan untuk tidak terlalu sering berkomunikasi sama dia, jadi jarang banget gue sms dia, kalo ada perlu tanya-tanya sesuatu aja baru sms, dan dia pun cuma bales sekenanya aja. yaaaa gitulah. sedih ya hahahhaa"
P : "wow. baru tau gue lo tipe pejuang banget. hahhaa. sounds cheesy, but I mean it. terus-terus apa yang bikin lo bisa bertahan segitu lama?"
W : "lo bisa lihat pohon disana? pohon itu tumbuh tinggi, tegap, besar dan terlihat kokoh. lo tau salah satunya faktor yang bikin dia hidup? salah satunya karena ada matahari. Menurut gue 'cinta' dari pohon ke matahari itu satu arah lho. Gini deh, pohon itu butuh matahari, kalau ngga ada matahari kemungkinan besar pohon itu bakalan mati. Tapi coba matahari, apa kalau ngga ada pohon matahari bakalan mati juga? enggak kan. nah itu maksud gue. Ibaratkan gue itu si pohon dan dia itu matahari. satu arah. itu yang bikin gue bertahan segitu lama, sampai akhirnya gue putuskan untuk mencari 'matahari' lain yang gue ngga tau ada atau ngga. Kalaupun ada gue ngga tau mesti cari kemana"
P : "speechless gue, eh kalau boleh tau dia itu siapa sih? kok kayanya selama gue kenal lo ngga pernah denger rumor lo lagi suka-sukaan sama orang sampe segitunya?"
W : "serius lo mau tau dia itu siapa? tapi janji jangan banyak protes atau banyak tanya lagi setelah gue kasih tau, trs jangan terlalu mikir banyak. Cukup denger baik-baik. dia itu..."
rrrrr....rrrrrrr....rrr.rrrrrrr..
satu pesan masuk ke telepon genggam wanita, sms dari si mama yang udah nunggu di Lobby dan minta wanita untuk turun segera karena papa udah mau sampai untuk jemput.
W : "ok. I gotta go now. tapi gue bakalan tetep kasih tau dia itu siapa. Dia itu Andri Haryanto Putro."
P : muka kaget dan bingung mau ngomong apa. dia speechless untuk yang kedua kalinya.
Wanita memegang tangan pria dan berkata "ndri, jangan pernah sia-siakan orang yang tulus sayang sama lo ya. karena lo ngga bakalan tau orang itu akan menjadi 'siapa' dikehidupan yang akan datang. banyak orang yang sayang sama lo ndri, tulus. gue tau itu, dan perasaan mereka itu sama kaya yang gue rasa. Beruntungnya gue, gue bisa ngomong semua yang mengganjal di hati gue, tidak seperti mereka yang cuma bisa nangis karena tau mereka harus nyerah ketika berhadapan sama sosok dingin macam lo. semoga lo ngga menjadi orang yang terlampau cuek ya ndri, karena sikap cuek lo itu ngga bisa diterima semua orang terutama sama orang yang sayang sama lo. orang yang sayang sama lo ngga bakalan cuek sama lo ndri, sampai sekarang mereka pun masih 'ngga bisa cuek' kok ke lo, gw yakin. itu hanya karena mereka tulus sayang sama lo ndri. satu arah, itu sakit banget ndri. kalau pohon itu bisa ngomong, gue yakin dia bakalan setuju sama gue"
Sambil meletakkan tiga lembar uang limapuluh ribuan di meja, wanita itu beranjak pergi meninggalan Andri yang masih terbengong di meja. Sebelum ia meletakkan tiga lembar uang tersebut ia melepaskan gengaman tangannya dan menepuk tangan Andri perlahan.
Sembari berjalan, tanpa disadari air mata sudah mengaliri pipinya. Tapi ia lega, karena segala yang mengganjal dihatinya telah tersampaikan kepada pria yang masih ia sayangi itu. Dan ia berharap agar perasaan yang mengganjal dihati orang yang sebelumnya menyayangi Andri boleh tercurahkan juga.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Malam :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar