HAI! ini aku..
Lagi-lagi kamu jadi inspirasi menulisku malam ini, entah karena apa, mungkin hanya karena titik kerinduan ini telah berada di ujung ubun-ubun.
Kamu, apakabar disana? Sudah lama sekali aku tidak tahu keadaanmu. Sampai-sampai aku hanya bisa beranggapan kamu baik-baik saja supaya pikiranku tidak bertambah banyak.
Ingin sekali aku menyebutkan namamu disini, tetapi apa daya, aku belum sanggup.
Daya sanggup ku belum selincah jemari yang dengan mudah menari diatas keyboard berlayar kotak ini.
Mungkin suatu saat. Mungkin.
---------------------------------------------------------------------------------------------
Kamu tahu tidak? sudah berapa banyak tetes air mata yang menetes dikala dia merindukanmu?
Kamu tahu tidak? sudah berapa banyak doa yang diujarkannya kepada Tuhan karena merindukanmu?
Kamu tahu tidak? sudah berapa kali dia bertanya tentang keadaan dan kabarmu kepada teman rumahmu?
Kamu tahu tidak? sudah berapa kali dia memimpikan dirimu karena lama tak bertemu denganmu?
Kamu tahu tidak? sudah berapa lembar kertas yang dia gunakan untuk menulis nama atau inisial namamu?
Kamu tahu tidak? sudah berapa lembar yang dia habiskan untuk bercerita tentangmu di 'buku khusus'nya?
Kamu tahu tidak? sudah berapa sering dia menyerah dengan keadaan karena berhadapan dengan sikapmu?
Kamu tahu tidak? sudah berapa sering dia membukan profile Facebook mu hanya karena ingin tahu keberadaanmu?
Sederhana saja. Dia hanya ingin kamu tahu.
Dia hanya ingin kamu tahu apa yang dia rasakan. Dia tidak meminta banyak.
Dia hanya ingin kamu tahu saja. Sesederhana itu.
Dia tidak ingin terus terjebak dalam banyak pertanyaan yang dia sendiri tidak tahu apa jawabannya.
Dia bosan terus bertanya kepada dirinya sendiri.
Dan dia tetap harus berusaha sendirian.
Sendirian hei kamu.
Dia tahu kamu bukan tipe yang cuek dan tidak paham keadaan sekitarmu. Dia tahu itu.
Dia tahu bahwa kamu bersikap seperti itu hanya karena kamu ingin membentengi hati dan pikiranmu.
Kamu hanya tidak mengambil pusing mengenai itu semua, kamu hanya ingin semua 'aman'.
Dia memang sok tahu.
Tapi kamu tahu kenapa dia bisa berkesimpulan seperti itu? Karena dulu dia seperti kamu.
Ketika tahu tentang kamu, seketika dia merasa seperti telah mengenal pribadi ini.
Dia dulu adalah pribadi yang terlalu berhati-hati. Bukan karena apa-apa.
Dia hanya takut disakiti, itu saja.
Membentengi diri dari segala sesuatu yang bersenggolan dengan hati, itu yang kamu lakukan.
Karena rasa sakit yang sebelumnya mungkin pernah dirasakan, maka muncul sikap untuk membangun dinding pembatas yang tinggi hingga sulit bagi orang luar untuk tahu mengenai isi hati yang sebenarnya.
Tapi kamu tahu apa? Ketika kamu sedikit demi sedikit membuka hatimu. Kamu akan merasa sangat bahagia.
Segalanya tidak lagi terlihat satu nada. Tidak hanya kamu yang berusaha terus menerus membangun dinding yang lebih tinggi lagi tanpa perduli dengan keindahan yang ada didepan mata.
Ya, ada pribadi diluar sana yang mungkin memberikan perhatian khusus kepada dirimu. Hanya karena apa? Hanya karena dia tulus, hanya karena dia merasa kamu pantas mendapatkannya dan hanya karena dia menyayangimu.
Sederhana saja.
Dia ingin kamu tahu.
:')
----------------------------------------------------------------------------------------------
Sincerely,
Mrs.Waiting
Tidak ada komentar:
Posting Komentar