Jumat, 23 Desember 2011

Pantai Pasir Putih Situbondo dan Bali.

HAI INI AKU!

Tidak akan terdapat banyak kata dalam posting malam ini dan takkan banyak cerita.
Berimajinasilah kamu semua, buatlah cerita kalian masing-masing. Aku tak keberatan :)














Kamis, 22 Desember 2011

Kemarin. Lewat Twitter.




1:11 Jangan banyak tanya, sudah terlalu banyak kata "kenapa". Kau terlihat kurang puas dgn jawabanku. Jawabanku tidak serumit pertanyaanmu.



1:13 Semua pertanyaan yg kau tanyakan dpt ku jawab dgn 1 ucapan. Benar kau mau tahu apa jawabannya? Pastikan kau tidak bertanya lagi nanti.



1:16 Sudah dipastikan? Baiklah akan ku jwb semua pertanyaanmu. Tp berjanjilah, semua pertanyaan itu takkan kau tanya lagi nanti/kapan-kapan.



1:20 Baiklah. Aku akan menjawab semua krn kau sudah paten. Inilah jawabanku. Karena Cinta. Berjanjilah utk tidak terdiam dan berfikir keras.




Twitter date : 21 Desember 2011
Posting date : 22 Desember 2011

Rabu, 07 Desember 2011

Kecewa, dikecewakan, mengecewakan.



HAI INI AKU !

Selamat malam kamu semua. Kamu yang masih sempat membaca blog ku. Kamu yang tidak bosan melihat blog ku, walaupun aku tak tahu siapa saja kamu-kamu sekalian yang telah membaca blog ku. Aku hanya ingin menyapa kalian semua. Selamat malam.

Sudah menjelang tengah malam. Jam digital di layar komputer portable ku menunjukkan pukul 23:17. Aku masih belum bisa tidur. Yeah! aku berbohong kali ini, bukannya aku tidak bisa tidur, tapi karena sekarang belum masuk jam tidur ku. Entah sejak kapan aku menjadi terbiasa tidur lebih dari pukul 00:00 WIB.

Ok selesai sudah berbasa-basinya, maklum aku orang Indonesia Asli yang secara tidak langsung punya bakat basa-basi yang kadang bisa bikin keadaan jadi benar-benar basi. Kembali ke judul blog ku malam ini.

Kecewa, dikecewakan, mengecewakan.

Kecewa merupakan kata dasarnya. Menurut link artikata.com kecewa artinya kecil hati; tidak puas (krn tidak terkabul keinginannya, harapannya, dsb); tidak senang; 2 cacat; cela; 3 gagal (tidak berhasil) dsb.
Mungkin yang paling tepat dengan yang aku rasakan sekarang adalam poin yang ke 3. Kecewa karena GAGAL.
Aku gagal. Aku gagal mengendalikan perasaanku. Aku gagal menjadi sosok "aku" yang biasanya. Aku yang biasanya bisa mengendalikan dan menyembunyikan perasaan yang ada dalam diriku, aku yang tidak mudah tersulut api kemarahan, aku yang mampu menenangkan pikiranku dan akhirnya terlihat sebagai "aku" yang selalu ceria juga tidak terlihat memiliki pikiran yang berat.
Biasanya "aku" tidak dapat menjadi "aku" yang biasa kaian lihat ketika aku telah berada dikamar yang dingin dan sepi, sendirian. Aku bisa menangis sejadi-jadinya ketika aku merasa gagal. Aku bisa teriak dalam keheningan ketika aku merasa gagal. Aku bisa bunuh diri dalam kehidupan ketika aku merasa gagal. Aku yang bisa menyayat urat nadiku tanpa terasa sakit dan keluar cairan merah dari dalamnya. Aku yang hanya mau melumat segala permasalahanku sendirian.

Tetapi hari ini tidak. Aku berbeda. Belakangan ini aku mampu tiba-tiba terdiam dalam keramaian. Aku mampu tiba-tiba berhenti tertawa sementara teman-teman hanyut dalam guyonan satu sama lain. Aku mampu tiba-tiba pergi entah kemana dan kembali lagi ketempat semula. Aku yang tidak takut sendirian, sementara biasanya teman-teman selalu menemaniku.

Puncaknya adalah ketika aku mengecewakan seorang temanku. Temanku merasa harus melakukan sesuatu yang biasanya tidak akan kutolak. Sesuatu yang nantinya dapat membuatku tersenyum apabila melihat hasil akhirnya. Sesuatu yang tidak merugikan sama sekali. Tetapi entah mengapa aku merasa aku "tidak disana". Aku sedang tidak berada di titik itu.

Akhirnya teman baikku pun merasa kecewa atas sikap yang aku ambil. Ya... Aku layak mendapatkan perlakuan seperti sekarang. Sesuatu yang jarang atau seingatku belum pernah aku rasakan dari sosok si teman baik. Aku kecewa pada diriku teman. Aku kecewa karena aku tidak mampu menata perasaan ku sedemikian rupa. Aku kecewa pada diriku sendiri.
Aku menangis teman. Ya aku menangis tanpa mengeluarkan air mata. Aku mampu melakukan itu dengan tetap tertawa terbahak-bahak sementara kau menatap layar ponselmu, tetapi telingamu tetap mendengarkan, aku tahu itu teman, aku tahu.

Yang sekarang mampu aku lakukan adalah MEMINTA MAAF. Permintaan maaf tulus dari diriku.
Tadi aku mengirimkanmu sebuah pesan singkat, untuk meminta maaf atas perlakuan bodohku. Kemudian aku me non-aktifkan sinyal di telepon genggamku. Aku takut teman. Aku takut sekali. Aku takut kalau kamu kecewa terhadapku.
Kecewa itu sangat sulit untuk diobati teman. Sulit sekali aku tahu itu. Kecewa pasti akan selalu membekas dihati, sepersekian persen paling tidak.
Maaf teman baikku. Maaf...

Aku kecewa. Kecewa bukan kepadamu. Bukan.
Aku kecewa terhadap diriku sendiri.

Aku dikecewakan. Bukan oleh kamu. Bukan.
Aku dikecewakan oleh diriku sendiri.

Aku mengecewakan. Ya.
Aku mengecewakan dirimu.



Closed : 23:51

Rabu, 30 November 2011

masa lalu 4

HAI INI AKU !

Ada pepatah klasik yang berkata engkau tidak akan merasa memerlukan air sampai air sumurmu kering. Artinya, seringkali kita tidak menganggap sesuatu itu penting, sampai sesuatu itu hilang.

Ketika kita sedih karena merasa kehilangan sesuatu, jangan biarkan kesedihan itu melarutkan kita dalam penderitaan. Biarlah kita menanggapi perasaan kehilangan itu dengan mengakui bahwa sesuatu yang hilang itu ternyata sangat penting.

Kelak kalau kita mendapatkan gantinya, gunakan perasaan kehilangan sebelumnya sebagai motivasi untuk memperlakukannya lebih hati-hati dan bijaksana.


By : Sepupuku, Ririn Aritonang



sekarang 6

 kadang datang dan berputar-putar seenaknya 
 kadang pergi dan hilang entah kemana 
 cuma kamu yang begitu. 

Minggu, 27 November 2011

masa lalu 3

HAI ini AKU !

Hari ini sebenarnya ngga mau posting dulu, tapi karena ada dorongan maut untuk membuka blog dan meng-klik kata entri baru dibagian kanan atas blog, akhirnya saya putuskan untuk meng-entri postingan baru.

Kali ini aku mau kasih gambar yang udah aku jepret sendiri. Bukan gambar pemandangan atau gambar-gambar artistik yang banyak di 'gelar' di lapak (baca:blog) lainnya. Ini bukan gambar baru, ini gambar yang aku ambil dari  akun Facebook ku yang telah di unggah lebih dari setahun yang lalu. Ini sekedar gambar yang aku rasa masih cukup pantas untuk dilihat barang sepintas. 

Selamat melihat, membaca dan mengamati kamu sekalian :)


GAMBAR 1

Kamu bisa lihat kan? Ada gambar bintang disana. 2 gambar bintang yang satu berwarna biru dan satu berwarna merah. Disitu juga ada tulisan "Let's dance". Ibaratkan saja bintang itu adalah aku dan kamu. Kamu yang biru yaa.. aku yang merah. Kenapa? Yaa hanya karena aku anggap kamu cowok, soalnya orang-orang banyak bilang kalau warna cowok itu biru dan warna cewek itu merah jambu. Tapi karena aku ngga suka warna merah jambu jadinya warna merah aja yaa.
Ceritanya kamu dan aku mau ngajak orang disekeliling kita dance, supaya mereka merasakan kegembiraan kita :)


GAMBAR 2 

Kamu bisa lihat kan? Ada gambar... emmm apa yaaaa... semacam garis.  Ada 3 garis disana. tiga-tiganya berwarna biru, dan diujungnya terlihat lebih terang. Disitu juga ada tulisan "Hunter's". Ibaratkan saja itu tiga pribadi yang sedang mencari sesuatu. Dengan background hitam disana cukup menunjukkan bahwa mereka sedang tersesat, sehingga mereka tidak tahu harus mencari kearah mana.


GAMBAR 3

Kamu bisa lihat kan? Ada gambar hati disana. Ada tulisan "un-perfect". Maksud dari gambar ini adalah dimana tulisan dan gambar itu dijadikan satu kesatuan.
Jadi : UNPERFECT LOVE.


GAMBAR 4 & 5





Kamu bisa lihat kan? Ada banyak garis berwarna merah disana? Diujung garis merah itu ada titik yang juga berwarna merah. Ibaratkan saja ini adalah para pencari lainnya, mungkin ini yang dicari oleh "hunter's" di GAMBAR 2. Digambar ini pun ada tulisan "where are you?'" yang juga berwarna merah. Para pencari merah lebih terlihat brutal. Mereka mencari keberbagai arah.
Yang menjadi pertanyaan adalah : pertama Hai pencari merah? Apakah kamu mencari para pencari biru? kedua Apakah kalian berada pada 'dunia' yang sama? Memang benar kalian berada pada dunia hitam yang teramat pekat, tetapi apakah benar kalian berada pada dunia yang sama? Karena kalau kalian berada pada dunia yang berbeda percuma saja kalian saling mencari.




sekarang 5

HAI INI AKU !

Haloo kamu-kamu semua. Ketika aku menulis posting ini dilayar laptop sebelah kanan bawah tertera angka 0:11. Yang berarti sudah hari Sabtu. Sebenarnya ada hal yang ingin aku ceritakan kemarin. Kemarin itu berarti 11 menit yang lalu kan? Bukan tenggang waktu yang cukup jauh lah untuk tetap bercerita mengenai hari kemarin. Hari 11 menit yang lalu.

11 menit yang lalu, adalah hari dimana sebenarnya kita akan bertemu. Hari dimana kamu berjanji akan datang dan akan berjumpa denganku. Hari yang sangat aku tunggu karena kita aku akan melepas rindu. Rasa rindu ini awalnya hanya muncul di sudut bibir saja, hanya mampu aku ucapkan dalam bisikan saja, hanya mampu aku dengar sendiri saja. Tapi setelah sekian lama, rindu itu mulai merasuki otak, merasuki setiap sudut pikirku. Rindu itu mulai menggrogoti bagian tubuhku satu persatu. Secara fisik aku tidak terlihat sedang mengidap suatu penyakit, tetapi hati ku sedang merasakan efek dari penyakit yang aku derita. Masuk tahap-tahap akhir, stadium 4 biasa orang menyebutnya.

Aku sudah menunggu-nunggu hari itu, hari yang mungkin mampu menjadi obat terampuh dari penyakit kronis yang aku derita. Aku memikirkan, kamu akan memakai baju warna apa? Apakah merah seperti biasa? Aku juga memikirkan, kamu akan memakai tas apa? Apakah tas hitam seperti biasa?

Ketika pagi hari, aku membuka mata dengan sangat bersemangat. Mulai membayangkan kamu datang dan memberikan senyuman. Senyuman mu pun aku rindukan. Senyumanmu klasik. Seyuman ketulusan. Senyuman yang mampu membuat orang salah paham. Ya! mungkin aku sudah salah paham mengenai hal itu, senyumanmu mampu menghadirkan banyak persepsi dan mungkin akulah orang yang paling salah paham dan punya persepsi paling muluk.

Ketika siang hari, semakin mendekati waktu yang kamu janjikan. Aku merasa ada deguban seperti deburan ombak yang datang bertubi-tubi dalam hatiku. Rasanya beda sekali, bukan deguban yang membuatmu grogi ketika kamu mempersiapkan diri untuk presentasi didepan kelas. Bukan. Bukan deguban seperti ketika kamu menunggu namamu dipanggil untuk diberikan kertas nilai hasil ujian oleh dosen. Bukan. Bukan deguban ketika kamu ketahuan berbohong. Bukan.
Deguban itu mampu membuatmu collapse dan terjerembab ke tanah. Ketika orang-orang melihat dirimu, mungkin mereka tidak akan melihat bahwa kamu sedang dalam keadaan sekarat, tetapi ketika teman terbaikmu melihat matamu dalam-dalam, mereka pasti tahu bahwa kamu sedang berada di titik terbawah dalam hidupmu, mereka pasti akan tahu bahwa kamu sedang terbaring lemas dan tak mampu berbuat apa-apa.

Aku menerima berita dari teman, bahwa kamu tidak bisa memenuhi janji yang kau tulis di pesan singkat, beberapa hari yang lalu kepadaku. Kamu tidak memberi kabar kepadaku bahwa kamu tidak bisa datang hari itu. Aku kecewa. Kecewa pada diriku yang tidak mampu menyaring perasaanku. Kecewa pada diriku yang terlalu berharap banyak. Kecewa bahwa aku begitu lemah dan mudah terperangah. Aku hanya bisa seperti itu ketika berhadapan denganmu. Iya hanya dengan kamu saja. Entah mengapa. Entah aku yang tidak tahu, atau aku yang terlalu takut untuk tahu.


Sahabat baikku berkata, tidak ada orang yang bisa hidup tanpa harapan. Jujur. Aku setuju dengan perkataan sahabatku. Tapi mengapa ke-setuju-an ku itu tidak mampu membuat aku kuat? Mengapa ke-setuju-an ku justru menjerumuskanku terlalu dalam dengan memberikan harapan yang begitu besar kepada dirimu?

Mungkin ekspektasi ku terlalu tinggi.
Atau mungkin saja mentalku yang terlampau lemah untuk menerima keadaan.

Hingga akhirnya hari itu berlalu begitu cepat. Begitu banyak tawa yang aku rasa karena aku bersenda gurau dengan teman-teman yang ada. Begitu banyak pelajaran yang aku terima hari ini. Begitu banyak nasehat yang secara tidak langsung menyentuh hatiku. Tetapi semua tawa, pelajaran dan nasehat itu akan terlihat sangat jauh berbeda ketika kamu ada kemarin.

Karena dalam diam pun, kamu mampu memberikan perbedaan situasi yang begitu jelas.
Diam mu mengartikan banyak hal untuk ku.
Diam mu mampu memberikan banyak pernyataan.
Entah aku yang terlalu sok tahu dengan mengartikan diam mu secara diam-diam atau karena memang hanya aku yang terlalu perasa.
Aku pikir yang kedua lebih mengambil persentase banyak. Tujuh puluh lima persen.


Senin, 21 November 2011

sekarang 4

HAI INI AKU !




Hai kamu semua :)
Iseng-iseng tadi update di twitter, masukin kata "cinta takkan salah".
Langsung ada beberapa komentar dari teman-teman. Seorang perempuan isi twitnya :
"Cinta sering salah, kalau cinta ngga pernah salah, ngga pernah ada sakit hati".

Disini kita harus mikirin lagi, apa bener cinta sering salah dan sering bikin kita sakit hati ?

Aku pribadi kurang setuju dengan twit dari temanku, karena apa? karena cinta tidak pernah memaksa kita untuk 'menyambutnya' ketika ia datang.
Apa pernah cinta meminta kepada kita bahwa ia akan datang dan kita harus bersiap-siap?
Apa pernah cinta meminta izin kepada kita ketika ia pergi?
Apa pernah cinta memaksa untuk membuka pintu hati kita dan memaksa tinggal didalamnya?
Apa pernah kamu merasa dipaksa oleh cinta ?
Sekali lagi aku bertanya, PERNAHKAH KAMU MERASA BAHWA CINTA YANG MEMAKSA ?

Apa ada pribadi yang mampu memberi tahu secara detail kapan kamu benar-benar merasakan cinta?
Apa ada pribadi yang benar-benar tahu kapan cinta itu menghilang dari dirinya?
Adakah pribadi yang mampu menjelaskan secara detail?
Jangankan menjelaskan secara detail kapan cinta pergi, untuk menjelaskan kapan cinta datang saja kadang sulit.

Aku yakin, aku bukan pribadi yang paling benar dalam hal cinta, mencinta & dicinta.
Tetapi yang aku tahu pasti CINTA TIDAK PERNAH MEMBUAT KITA SAKIT HATI. 
Karena apa? Karena bukan cinta yang membuat kita sakit, bukan cinta yang membuat kita bersedih, bukan cinta yang membuat kita menangis, dan bukan cinta yang bisa meninggalkan luka dalam hatimu. Bukan, itu bukan cinta.

Pribadi. Ya! Pribadi-nyalah yang membuat kita sakit hati, pribadi-pribadi yang tidak menghargai cinta, pribadi yang tidak menganggap bahwa cinta adalah hal yang sangat sakral.

Cinta adalah sesuatu yang bebas. Bebas bergerak kemanapun ia mau.
Cinta adalah sesuatu yang bebas. Bebas karena ia tidak mau memaksa.
Cinta adalah sesuatu yang bebas. Bebas karena ia mau kita semua, tiap orang, merasa bahagia.

Jadi tolong, jangan salahkan cinta.
tolong....

Closed : 00:17

Sabtu, 19 November 2011

sekarang 3

HAI INI AKU !

hallo semuanya.. ini aku..
aku mau cerita tentang kisah kasih ku.. kisah yang mungkin tidak semua orang tahu.. kisah dimana aku merasa aku harus melahapnya sendiri.. kisah dimana aku merasa sebagai sosok seorang wanita yang tidak belum pantas merasakan kasih itu..

bukan! bukan kasih yang didapat dari Tuhan, ataupun kasih yang didapat dari Orangtua juga keluarga. bukan! Ini kasih yang berbeda.. Rasa yang ada dalam hati ini cukup membuat kamu meleleh, cukup membuat kamu menjadi berbeda, cukup membuat tanganmu dingin, dan cukup membuat jantungmu berdegub cepat seperti sedang lari marathon..

Ya! itu kasih yang aku maksud.. aku yakin kamu sudah mengerti kemana arah posting an ini akan mengalir. kearah dimana seseorang merasa tidak ada didunia ini yang lebih penting dibanding dia, kearah dimana duniamu serasa hancur apabila tidak melihatnya, kearah dimana otakmu hanya bisa memikirkannya, kearah dimana dirimu merasa bahwa dialah orangnya, kearah dimana kamu yakin bahwa dia akan menjadi seseorang yang sangat berperan dalam hidupmu. Ya! Kearah itu..

Aku. Aku mengasihi kamu.
Ya, kamu.
Kamu yang bertemu pun bisa dihitung oleh satu tangan. kamu yang mungkin tidak memiliki rasa itu terhadapku. Oh mungkin aku salah. Bukan kamu tidak memiliki rasa kasih itu terhadapku, bukan! karena aku yakin kamu paham betul mengenai kasih, dimana Tuhan mengajarkan kita untuk mengasihi sesama. "kasihilah sesamamu manusia, seperti engkau mengasihi dirimu sendiri". Kamu ingat itu? Aku yakin kamu ingat. :)
Tapi bukan kasih itu yang aku maksud. Kasih yang kumaksud adalah dimana sesosok wanita mengasihi lawan jenisnya. Atau seorang pria yang mengasihi seorang wanita. Ya begitulah. Itu yang sedang aku rasakan sekarang.

Berawal dari suatu pertemuan singkat, berjabatan tangan, berkenalan (dikenalkan oleh teman). Tidak ada yang dapat kuingat selain wana bajumu. Kamu pake baju warna merah. Selesai.
Itu pertemuan pertama kita. Ralat : ternyata aku cukup ingat karena kita berfoto bersama. Aku berbaju hitam dan kamu merah. Dua warna yang kontras.

Berikutnya, kita bertemu di tempat yang sama dengan pertemuan pertama. kamu ajak abangmu. aku bersama dengan teman temanku. Yang aku ingat mengobrol pun aku tidak. :)
Itulah pertemuan kedua kita. Rasa kasih sudah muncul, tetapi kasih sebagai seorang teman.

Pertemuan ketiga. Kamu ikut bertamasya.
Disana aku mengobrol cukup banyak denganmu, kita tertawa bersama. Kamu lucu. Lucu bukan dalam artian sekedar memberikan sentuhan lelucon dalam setiap perkataan atau tingkah laku yang terlalu dibuat-buat. Bukan! Kamu Lucu. Lucu yang sebenarnya.
Tertawa terbahak bahak bersama karena semua tingkah bodohmu. Bodoh yang tidak dibuat-buat. Aku cari yang seperti kamu.
Kamu duduk disampingku dan menyanyi bersama dari playlist di handphoneku.

Ditempat itu aku mendapat 'sign' bahwa kamu akan menjadi seseorang yang mengisi hari-hariku. Entah dengan kesedihan, dengan tawa, dengan kecuekanmu, dengan kesibukanmu, dengan banyak hal..

Kamu yang ada disuatu tempat, di Jakarta..
Kamu yang sedang berkuliah dan menyusun skripsi..
Kamu yang sering menghantuiku ketika aku dalam keadaan sadar atau dalam keadaan bawah sadar.
Dalam keadaan alam bawah sadarku kamu sering hadir, entah tiba-tiba menyelinap atau jelas datang dengan mimik wajah acuh tak acuh.


Seorang teman berkata kalau kita memimpikan seseorang mungkin berarti : pertama kamu sedang rindu padanya, kedua atau dia sedang merindukanmu.
Aku tidak mau memilih yang mana yang benar, karena yang pertama itu aku yang rasa dan aku harap kamu rasa yang kedua.


Cont...
Closing. 20-11-2011 (00:28)







Kamis, 17 November 2011

masa lalu 2

HAI INI AKU!

Hallo hallo kamu semua.
Sekarang aku mau lanjutin cerita masa laluku.

Masih inget kan di cerita masa lalu 1 aku bilang kalau aku sempat diajar sama ibuku sendiri? nah itu ketika aku SD. Sejak dari TK nol kecil hingga kelas 6 SD aku bersekolah di sekolah dasar swasta tempat ibu mengajar.

Dulu waktu aku SD aku suka sekali jajan di kantin dan bilang ke ibu kantin "mama yang bayar ya bu", tanpa babibu ibu kantin pasti bilang "oh iya dek". Aku pun melenggang setelah mengambil beberapa jajanan, ketika sampai dirumah ibu selalu tanya "kenapa tadi ambil jajanan bilang mama yang bayar? kan malu" terus aku cuma bilang, "uang jajanku kurang ma, tadi abis main galasin sama temen-temen, terus aku haus. Yaudah aku beli minum tapi pake nama mama".
Dan ibuku pun cuma bilang "lain kali kalo mau kaya gitu bilang dulu ke mama, jadinya mama engga kaget", aku cuma bisa senyum-senyum aja. :)

Nyenggol masalah main galasin, inget ngga sih permainan apa aja yang dulu pernah dimainin waktu SD?
Dulu aku selalu main galasin, tak benteng, taplak meja, main lompat karet, congklak, kasti, main orang-orangan kertas terus masih banyak lagi deh.

Ada cerita lucu, dulu waktu main kasti sama temen-temen rumahku aku dapet giliran untuk memukul bola, alih-alih mukul bola kasti, itu bola malah mendarat tepat di mata kiriku. Alhasil mata kiriku bengkak dan jadi dimarahin mama. Itu bukan kesalahan temanku yang melempar bola, itu seratus persen salahku, karena aku lengah dan tidak berhasil memukul bola itu.

Di sekolah aku paling suka main galasin dan lompat karet. Karena apa? karena badanku yang kecil. Yup! Badan yang kecil-lah yang paling gampang untuk nyelip-nyelip diantara 'jagaan' musuh. Tapiiii kalo untuk main lompat karet akulah yang paling dikecewakan. Karena apa? karena aku sulit untuk melompati karet tersebut, yang notabene badan teman-teman sekelasku badannya lebih tinggi dan lebih besar.


Ahhh masa-masa SD, masanya suka sama temen sekelas, masanya punya geng di sekolah, masanya main sampai kulit hitam terbakar matahari, masanya suka kabur dari jadwal tidur siang, masanya suka minta jajan sama ayah untuk beli makanan yang ketika aku dewasa aku tahu bahwa makanan itu tidak sehat. Kangen sama masa-masa itu, dimana belum ada beban pikiran yang mampu membuatmu kadang gamang dan menangis. Paling kau menangis karena tidak dibelikan mainan atau tidak diberikan jajan sama Ibu dan Ayah, bukan karena masalah atu pergumulan yang dihadapi seperti sekarang sekarang ini.

Masa Kecil 2 -- Ending.

Senin, 14 November 2011

sekarang 2

HAI INI AKU!


Selamat malam kamu. Waktu aku nulis postingan ini tepat pukul 22:27.
Hari ini aku mau copy-paste sms dari saudaraku di kampuang nan jauh dimato :)
Saudaraku ini memang sering memberikan kata-kata mutiara / kata penyemangat / kata-kata dari Alkitab melalui sms, mungkin hanya dengan cara ini kamu bisa berkomunikasi karena memang aku dan dia tidak terlalu akrab.

Berikut isi sms-nya malam ini :


Yang indah hanya sementara..
Yang abadi hanyalah kenangan..
Yang ikhlas hanya dari hati..
Yang tulus adalah sanubari..


Tak mudah mencari yang hilang..
Dan tak mudah mengejar impian..


Namun jauh lebih sulit mempertahankan apa yang ada..
Karena yang tergenggam bisa terlepas..
Dan yang terikat terkadang bisa terpisah..


Kata orang bijak : 
"jika kamu tak dapat memiliki apa yang kamu sukai, maka sukailah aoa yang kamu miliki saat ini"...


Terima kasih untuk kamu, sepupuku di Prapat-Medan..
Semoga kamu baik-baik disana.. Jangan bandel-bandel sama Nantulang dan Tulang..
Jaga orang tulang dan nantulang yaa.. Salam untuk semua keluarga yang ada di Medan..
Semoga Tuhan selalu memberkati kalian semua..
Jesus Bless You all :) Amin..

Postingan ku tutup tepat pukul 22:39.

Sabtu, 12 November 2011

masa lalu 1

Hai ini AKU !
Ini postingan pertama dalam Label : Past, dan postingan kedua dalam seluruh posting yang ada.

Masih ingat dengan kalimat "tak kenal maka tak sayang" ?
Nah.. Sekarang aku mau bercerita mengenai kisah hidupku sejak aku lahir. Siap..? Let's Go!

Ehem..
Aku adalah seorang perempuan yang lahir pada bulan Januari pada tahun 1991. Ayahku seorang karyawan swasta dan ibuku seorang guru di Sekolah Dasar Swasta. Pekerjaan ayahku itu berpindah dari satu negara ke negara lain, atau dari satu daerah ke daerah lain. Jarang sekali aku bertemu dengan ayahku, kadang aku hanya dapat bertemu dengannya selama beberapa hari dan harus ditinggal dinas selama 1bulan..
Ketika aku kecil aku tidak suka dengan pekerjaan ayahku, dimana ayahku jarang bisa menemani aku bermain, aku lebih sering ditemani Ibu dan kakak sepupuku. Tetapi Ibu juga sering terlihat sibuk dengan bersih-bersih rumah, memasak, mencuci, menyeterika dan mengoreksi PR muridnya disekolah tempatnya mengajar. Aku hanya bermain dengan kakak sepupu ku yang datang ke Jakarta, merantau dari Prapat-Medan untuk melanjutkan kuliah. Kakak sepupu ku itu sangat perhatian, karena dia mengingat adiknya di kampung yang hanya berbeda beberapa tahun lebih tua dari ku.

Ketika aku masuk ke bangku sekolah, aku bersekolah di tempat ibuku mengajar. Ibuku mengajar kelas 1 SD dan aku kebagian diajar oleh Ibuku sendiri. Disini aku mulai bingung, dirumah aku memanggil Ibu dengan sebutan Mama, sedangkan di Sekolah aku harus memanggil mama dengan sebutan Ibu Guru. Hahaha. Aku merasa geli ketika harus memanggil ibuku dengan sebutan Ibu Guru.

Selama di kelas 1 aku tidak diperlakukan spesial karena Ibu Guru ku adalah Mama ku. Ketika aku tidak bisa mengerjakan soal atau terlalu banyak mengobrol dengan teman, Ibu Guru tetap memanggil namaku dan memarahiku. Tidak jarang juga aku dijewer oleh Ibu Guru ketika didapati tidak mencatat soal yang didikte oleh beliau. Beliaulah mamaku, beliaulah guru ku. :)

Ayah. Aku memanggilnya dengan sebutan Bapak. Maklum aku orang Batak, jarang ada orang Batak memanggil Bapaknya dengan sebutan Ayah. Hehehe entah kenapa bisa seperti itu.
Aku batak asli, asli dalam artian tidak memiliki darah campuran dari Opung ku hingga Opung-nya opung. Jadi aku bisa bilang aku Batak asli :)
Bapak kerjanya kadang di Laut, kadang di Darat (Hutan) kadang di Kantor. Aku juga bingung dulu, kenapa ayahku harus bekerja seperti itu, tidak seperti Ayah dari teman-temanku yang sering mengajak mereka bepergian diakhir pekan. Ketempat tamasya, ke mall, ke taman hiburan, main dirumah, main sepeda.. Ahh pokoknya aku kurang kenangan seperti itu. Bukan! Bukan karena ayahku tidak perhatian atau tidak melakukan hal-hal seperti yang disebutkan diatas. Tenang tenang :) kurang yang kumaksud bukan seperti yang kalian pikirkan, kurang yang kumaksud adalah karena aku tidak dapat bepergian dengan Ayah setiap akhir pekan. Ketika temanku memamerkan mainan barbie yang dibelikan oleh ayahnya aku hanya bisa diam. Iri? pastilah namanya juga anak kecil, merasa tertinggal kalau dia tidak memiliki barang yang teman seusianya miliki. Tetapi aku diam bukan karena semata-mata aku iri, aku diam karena aku merasa kangen sama Bapak. Bapak yang kulitnya hitam terbakar matahari ketika harus bekerja di Laut karena tidak ada tempat untuk berteduh kalau di Laut.

Waktu zaman itu handphone belum semudah sekarang ini, dulu pager pun masih belum umum dimiliki orang dan aku rasa pager pun tidak akan mendapat sinyal ketika Ayah sedang ada ditengah laut atau ditengah hutan. Bapak kadang menelepon kerumah dengan menggunakan telepon kantor. Kalau bapak telepon pasti tanya "apa kabar Inang? Baik-baik kan? Jangan nakal-nakal ya sama Mama." (Inang : sebutan bapak untuk anak perempuannya).
Ketika bapak telepon aku pasti jingkrak-jingkrak untuk berebutan telepon dengan abangku. Ayah kadang tanya "mau oleh-oleh apa?". Itu kalau Ayah sedang dinas keluar negeri.

Pernah suatu ketika ayah dinas ke Vietnam. Aku dihadiahi pajangan rumah dari Vietnam. Sebenarnya itu hadiah untuk aku dan Ibu hehehe :D. Pajangan berupa guci-guci kecil yang indah warna-warnanya. Sampai sekarang aku berumur 20 tahun guci itu masih ada dan tersimpan rapi didalam lemari pajang.
Hadiah yang tidak kalah seru adalah ketika ayah membawa Ikan yang panjangnya sampai setinggi aku ketika aku kela 2/3 SD. Ketika aku tidur siang tiba-tiba abangku teriak dan membangunkan aku. Dia menggoncang-goncangkan badanku dan menepuk wajahku. Ketika aku bangun Abang berkata dengan senyuman mengembang di wajahnya "Bapak pulang. Bapak bawa ikan panjaaaannggg dehhh.. segini segini... (sambil merentangkan tangan kesamping selebar lebarnya) liat deh di dapur lagi dibersihin sama Bapak". Aku langsung bergegas lari menuju dapur, tapi yang kulihat tidak sepanjang yang abangku peragakan tadi. Aku bingung, kemudian abang bilang "yahh udah dipotong. telat". Ohh aku baru sadar, ternyata ikannya memang panjang, tapi ketika aku bangun ayah sudah memotongnya menjadi 2 bagian. Hahahaha :D

Ada banyak sekali pengalaman lucu sekembalinya Ayah (Bapak) pulang dari dinas setelah sekian lama. Setiap ayah pulang dinas pasti ayah memberikan sesuatu yang belum pernah kulihat, belum pernah ku makan dan belum pernah ku dengar. Cerita dari ayah memang tidak pernah membosankan.

Ayah dan Ibu (Bapak dan Mama) kalian Luarbiasa. :)

Cerita Masa Lalu 1 - Selesai.

Jumat, 11 November 2011

sekarang 1

HAI ini aku.

Aku seorang wanita yang lahir 20 tahun yang lalu di Jakarta.
Aku lahir pada bulan Januari di tahun 1991.
Di blog ini aku akan menuliskan semua yang aku rasa pantas untuk diketahui kamu.
Mulai dari segala perasaan yang aku pendam, segala permasalahan, segala keluh kesah, segala kebahagiaan, segala kegamangan yang aku rasakan di duniaku.

C'est moi. Cette mon monde !
Inilah Aku. Inilah Duniaku :)