Hai ini AKU !
Ini postingan pertama dalam Label : Past, dan postingan kedua dalam seluruh posting yang ada.
Masih ingat dengan kalimat "tak kenal maka tak sayang" ?
Nah.. Sekarang aku mau bercerita mengenai kisah hidupku sejak aku lahir. Siap..? Let's Go!
Ehem..
Aku adalah seorang perempuan yang lahir pada bulan Januari pada tahun 1991. Ayahku seorang karyawan swasta dan ibuku seorang guru di Sekolah Dasar Swasta. Pekerjaan ayahku itu berpindah dari satu negara ke negara lain, atau dari satu daerah ke daerah lain. Jarang sekali aku bertemu dengan ayahku, kadang aku hanya dapat bertemu dengannya selama beberapa hari dan harus ditinggal dinas selama 1bulan..
Ketika aku kecil aku tidak suka dengan pekerjaan ayahku, dimana ayahku jarang bisa menemani aku bermain, aku lebih sering ditemani Ibu dan kakak sepupuku. Tetapi Ibu juga sering terlihat sibuk dengan bersih-bersih rumah, memasak, mencuci, menyeterika dan mengoreksi PR muridnya disekolah tempatnya mengajar. Aku hanya bermain dengan kakak sepupu ku yang datang ke Jakarta, merantau dari Prapat-Medan untuk melanjutkan kuliah. Kakak sepupu ku itu sangat perhatian, karena dia mengingat adiknya di kampung yang hanya berbeda beberapa tahun lebih tua dari ku.
Ketika aku masuk ke bangku sekolah, aku bersekolah di tempat ibuku mengajar. Ibuku mengajar kelas 1 SD dan aku kebagian diajar oleh Ibuku sendiri. Disini aku mulai bingung, dirumah aku memanggil Ibu dengan sebutan Mama, sedangkan di Sekolah aku harus memanggil mama dengan sebutan Ibu Guru. Hahaha. Aku merasa geli ketika harus memanggil ibuku dengan sebutan Ibu Guru.
Selama di kelas 1 aku tidak diperlakukan spesial karena Ibu Guru ku adalah Mama ku. Ketika aku tidak bisa mengerjakan soal atau terlalu banyak mengobrol dengan teman, Ibu Guru tetap memanggil namaku dan memarahiku. Tidak jarang juga aku dijewer oleh Ibu Guru ketika didapati tidak mencatat soal yang didikte oleh beliau. Beliaulah mamaku, beliaulah guru ku. :)
Ayah. Aku memanggilnya dengan sebutan Bapak. Maklum aku orang Batak, jarang ada orang Batak memanggil Bapaknya dengan sebutan Ayah. Hehehe entah kenapa bisa seperti itu.
Aku batak asli, asli dalam artian tidak memiliki darah campuran dari Opung ku hingga Opung-nya opung. Jadi aku bisa bilang aku Batak asli :)
Bapak kerjanya kadang di Laut, kadang di Darat (Hutan) kadang di Kantor. Aku juga bingung dulu, kenapa ayahku harus bekerja seperti itu, tidak seperti Ayah dari teman-temanku yang sering mengajak mereka bepergian diakhir pekan. Ketempat tamasya, ke mall, ke taman hiburan, main dirumah, main sepeda.. Ahh pokoknya aku kurang kenangan seperti itu. Bukan! Bukan karena ayahku tidak perhatian atau tidak melakukan hal-hal seperti yang disebutkan diatas. Tenang tenang :) kurang yang kumaksud bukan seperti yang kalian pikirkan, kurang yang kumaksud adalah karena aku tidak dapat bepergian dengan Ayah setiap akhir pekan. Ketika temanku memamerkan mainan barbie yang dibelikan oleh ayahnya aku hanya bisa diam. Iri? pastilah namanya juga anak kecil, merasa tertinggal kalau dia tidak memiliki barang yang teman seusianya miliki. Tetapi aku diam bukan karena semata-mata aku iri, aku diam karena aku merasa kangen sama Bapak. Bapak yang kulitnya hitam terbakar matahari ketika harus bekerja di Laut karena tidak ada tempat untuk berteduh kalau di Laut.
Waktu zaman itu handphone belum semudah sekarang ini, dulu pager pun masih belum umum dimiliki orang dan aku rasa pager pun tidak akan mendapat sinyal ketika Ayah sedang ada ditengah laut atau ditengah hutan. Bapak kadang menelepon kerumah dengan menggunakan telepon kantor. Kalau bapak telepon pasti tanya "apa kabar Inang? Baik-baik kan? Jangan nakal-nakal ya sama Mama." (Inang : sebutan bapak untuk anak perempuannya).
Ketika bapak telepon aku pasti jingkrak-jingkrak untuk berebutan telepon dengan abangku. Ayah kadang tanya "mau oleh-oleh apa?". Itu kalau Ayah sedang dinas keluar negeri.
Pernah suatu ketika ayah dinas ke Vietnam. Aku dihadiahi pajangan rumah dari Vietnam. Sebenarnya itu hadiah untuk aku dan Ibu hehehe :D. Pajangan berupa guci-guci kecil yang indah warna-warnanya. Sampai sekarang aku berumur 20 tahun guci itu masih ada dan tersimpan rapi didalam lemari pajang.
Hadiah yang tidak kalah seru adalah ketika ayah membawa Ikan yang panjangnya sampai setinggi aku ketika aku kela 2/3 SD. Ketika aku tidur siang tiba-tiba abangku teriak dan membangunkan aku. Dia menggoncang-goncangkan badanku dan menepuk wajahku. Ketika aku bangun Abang berkata dengan senyuman mengembang di wajahnya "Bapak pulang. Bapak bawa ikan panjaaaannggg dehhh.. segini segini... (sambil merentangkan tangan kesamping selebar lebarnya) liat deh di dapur lagi dibersihin sama Bapak". Aku langsung bergegas lari menuju dapur, tapi yang kulihat tidak sepanjang yang abangku peragakan tadi. Aku bingung, kemudian abang bilang "yahh udah dipotong. telat". Ohh aku baru sadar, ternyata ikannya memang panjang, tapi ketika aku bangun ayah sudah memotongnya menjadi 2 bagian. Hahahaha :D
Ada banyak sekali pengalaman lucu sekembalinya Ayah (Bapak) pulang dari dinas setelah sekian lama. Setiap ayah pulang dinas pasti ayah memberikan sesuatu yang belum pernah kulihat, belum pernah ku makan dan belum pernah ku dengar. Cerita dari ayah memang tidak pernah membosankan.
Ayah dan Ibu (Bapak dan Mama) kalian Luarbiasa. :)
Cerita Masa Lalu 1 - Selesai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar