HAI INI AKU !
hallo semuanya.. ini aku..
aku mau cerita tentang kisah kasih ku.. kisah yang mungkin tidak semua orang tahu.. kisah dimana aku merasa aku harus melahapnya sendiri.. kisah dimana aku merasa sebagai sosok seorang wanita yang tidak belum pantas merasakan kasih itu..
bukan! bukan kasih yang didapat dari Tuhan, ataupun kasih yang didapat dari Orangtua juga keluarga. bukan! Ini kasih yang berbeda.. Rasa yang ada dalam hati ini cukup membuat kamu meleleh, cukup membuat kamu menjadi berbeda, cukup membuat tanganmu dingin, dan cukup membuat jantungmu berdegub cepat seperti sedang lari marathon..
Ya! itu kasih yang aku maksud.. aku yakin kamu sudah mengerti kemana arah posting an ini akan mengalir. kearah dimana seseorang merasa tidak ada didunia ini yang lebih penting dibanding dia, kearah dimana duniamu serasa hancur apabila tidak melihatnya, kearah dimana otakmu hanya bisa memikirkannya, kearah dimana dirimu merasa bahwa dialah orangnya, kearah dimana kamu yakin bahwa dia akan menjadi seseorang yang sangat berperan dalam hidupmu. Ya! Kearah itu..
Aku. Aku mengasihi kamu.
Ya, kamu.
Kamu yang bertemu pun bisa dihitung oleh satu tangan. kamu yang mungkin tidak memiliki rasa itu terhadapku. Oh mungkin aku salah. Bukan kamu tidak memiliki rasa kasih itu terhadapku, bukan! karena aku yakin kamu paham betul mengenai kasih, dimana Tuhan mengajarkan kita untuk mengasihi sesama. "kasihilah sesamamu manusia, seperti engkau mengasihi dirimu sendiri". Kamu ingat itu? Aku yakin kamu ingat. :)
Tapi bukan kasih itu yang aku maksud. Kasih yang kumaksud adalah dimana sesosok wanita mengasihi lawan jenisnya. Atau seorang pria yang mengasihi seorang wanita. Ya begitulah. Itu yang sedang aku rasakan sekarang.
Berawal dari suatu pertemuan singkat, berjabatan tangan, berkenalan (dikenalkan oleh teman). Tidak ada yang dapat kuingat selain wana bajumu. Kamu pake baju warna merah. Selesai.
Itu pertemuan pertama kita. Ralat : ternyata aku cukup ingat karena kita berfoto bersama. Aku berbaju hitam dan kamu merah. Dua warna yang kontras.
Berikutnya, kita bertemu di tempat yang sama dengan pertemuan pertama. kamu ajak abangmu. aku bersama dengan teman temanku. Yang aku ingat mengobrol pun aku tidak. :)
Itulah pertemuan kedua kita. Rasa kasih sudah muncul, tetapi kasih sebagai seorang teman.
Pertemuan ketiga. Kamu ikut bertamasya.
Disana aku mengobrol cukup banyak denganmu, kita tertawa bersama. Kamu lucu. Lucu bukan dalam artian sekedar memberikan sentuhan lelucon dalam setiap perkataan atau tingkah laku yang terlalu dibuat-buat. Bukan! Kamu Lucu. Lucu yang sebenarnya.
Tertawa terbahak bahak bersama karena semua tingkah bodohmu. Bodoh yang tidak dibuat-buat. Aku cari yang seperti kamu.
Kamu duduk disampingku dan menyanyi bersama dari playlist di handphoneku.
Ditempat itu aku mendapat 'sign' bahwa kamu akan menjadi seseorang yang mengisi hari-hariku. Entah dengan kesedihan, dengan tawa, dengan kecuekanmu, dengan kesibukanmu, dengan banyak hal..
Kamu yang ada disuatu tempat, di Jakarta..
Kamu yang sedang berkuliah dan menyusun skripsi..
Kamu yang sering menghantuiku ketika aku dalam keadaan sadar atau dalam keadaan bawah sadar.
Dalam keadaan alam bawah sadarku kamu sering hadir, entah tiba-tiba menyelinap atau jelas datang dengan mimik wajah acuh tak acuh.
Seorang teman berkata kalau kita memimpikan seseorang mungkin berarti : pertama kamu sedang rindu padanya, kedua atau dia sedang merindukanmu.
Dalam keadaan alam bawah sadarku kamu sering hadir, entah tiba-tiba menyelinap atau jelas datang dengan mimik wajah acuh tak acuh.
Seorang teman berkata kalau kita memimpikan seseorang mungkin berarti : pertama kamu sedang rindu padanya, kedua atau dia sedang merindukanmu.
Aku tidak mau memilih yang mana yang benar, karena yang pertama itu aku yang rasa dan aku harap kamu rasa yang kedua.
Cont...
Closing. 20-11-2011 (00:28)
Closing. 20-11-2011 (00:28)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar